PengajianAhad Pagi bersama K.H.Ahmad Said Asrori (Rais Syuriah PBNU ), Beliau juga pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Thulab Tempuran, Magelang. Kajian ini disiarkan langsung dari Serambi Masjid
Kelangkaanminyak yang akhir-akhir ini sedang terjadi di masyarakat, membuat Katib 'Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Said Asrori turut merespon. Menurutnya, Indonesia merupakan negara besar penghasil sawit, seperti yang dilansir dari website nu.or.id. "Kita ini negara penghasil sawit yang besar.
ï»żKH Ahmad Asrori Al-Ishaqi lahir pada 17 Agustus 1951 di Surabaya. Beliau merupakan putra dar KH. M. Utsman Al Ishaqi, seorang Mursyid Thariqah Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah dan juga seorang pengasuh Pondok Pesantren Al-Fithrah Kedinding Surabaya. Kelurahan Kedinding Lor terletak di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya.
DIABADIKANOLEH BOYS RECORD CILACAP CALL : 0856 4930 5515 www.boysrecord.comLIVE STREAMING youtube dan facebook - Hubungi kami BOYS Record Hp:085649305515 ht
WyGkpr. Significado do Nome Said Said Significa âfelizâ, âsortudoâ. Said Ă© um nome de origem ĂĄrabe, predominantemente masculino, que significa âfelizâ, âsortudoâ. Trata-se de um nome muito bonito. Curto, carrega um significado bastante rico, que reflete satisfação plena, contentamento, ĂȘxito. Acredita-se na possibilidade de que os meninos registrados com o mesmo sejam bin Zayd 593-613 Ă© o nome de um dos companheiro do profeta MaomĂ© - o fundador do Islamismo - e uma das primeiras pessoas a se converter a essa Said Ă© um nome popular entre os muçulmanos. Apresenta como variante grĂĄfica Sahid com H e outras variantes, tais como Saeed e destaque com esse nome Edward Said 1935-2003. Ele foi um intelectual e lutou veementemente pela causa palestiniana. Sua obra Orientalismo Ă© conhecida em todo mundo, tendo sido traduzida para mais de 30 Said foi um dos ganhadores do prĂȘmio Princesa de AstĂșrias da ConcĂłrdia, o qual Ă© atribuĂdo a pessoas ou entidades que lutem, especialmente, contra a injustiça. Saida, bem como Saidah, sĂŁo suas formas femininas. Origem do Nome Said Origem Ărabe Outras InformaçÔes do Nome Said
Jakarta, NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU menyambut positif kehadiran Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama BUMNU di beberapa Pengurus Cabang atau Pengurus Wilayah di Indonesia. PBNU menyebut, peran pengurus cukup berkontribusi dalam mewujudkan kemandirian ekonomi Nahdliyin. Ketua PBNU, H Ishfah Abidal Aziz atau biasa disapa H Alex mengatakan, untuk mewujudkan kemandirian ekonomi NU, harus dimulai dari komitmen para pengurus. Dia mengingatkan, ada tiga kewajiban yang melekat pada pengurus NU, yakni taqwiyatul jamaah melakukan penguatan jamaah, himayatul jamaah melakukan perlindungan umat, dan tandhimul jamaah melakukan pengorganisasian. "Salah satunya bidang ekonomi. Bagaimana warga NU ini melakukan kekuatan dan kita lakukan penguatan pada bidang ekonomi. Oleh karena itu, salah satu parameter keberhasilan struktur NU mulai PB hingga Pengurus Anak Ranting, apakah pengurus mampu memberikan penguatan ekonomi NU, itu paling penting," kata H Alex kepada NU Online, Jumat 19/5/2023. Tidak hanya pada bidang ekonomi, penguatan jamaah juga berlaku pada aspek budaya, pendidikan dan aspek-aspek yang. Sementara himayatul jamaah, menurut H Alex, diartikan sebagai upaya menjaga umat dari berbagai ancaman atau bahaya. Dimulai dari bahaya ideologi, gerakan yang menyimpang, hingga bahaya narkoba. Sedangkan ketiga yaitu tandhimul jamaah atau menata organisasi dengan sebaik-baiknya. "Terkait kemandirian ekonomi, saya kira itu menjadi mandat pengurus. Pengurus harus memberikan nilai terhadap warga NU," tuturnya. Sebagaimana diketahui, kehadiran Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama BUMNU merupakan salah satu keputusan Muktamar Ke-34 NU di Lampung 2021. Kehadiran BUMNU dianggap penting sebagai wujud kemandirian ekonomi jamaah dan jam'iyah Nahdlatul Ulama di semua tingkatan. Meski belum merata ada pada struktur kepengurusan NU di seluruh Indonesia, BUMNU mulai tumbuh dan disambut positif oleh para pengurus tanfidziyah NU di semua level kepengurusan. Bahkan, ada beberapa PCNU yang sudah berkembang cukup signifikan, misalnya di PCNU Magelang, Jawa Tengah. Direktur BUMNU PCNU Kabupaten Magelang, Ahmad Sulistyo, mengatakan, BUMNU PCNU Magelang sudah berjalan selama 4 tahun, dengan jenis usaha yang cukup beragam. Selain itu, masing-masing unit usaha memiliki pengelolaan keuangan masing-masing serta menghasilkan keuntungan secara sendiri-sendiri. Sulistyo menambahkan, ada dua jenis usaha BUMNU yang dikelola oleh PCNU Magelang, pertama usaha dalam bidang ritel yakni NU Mart, Bank Nahdlatul Ulama, NU Klinik, dan Bus NUGo. Kedua dalam bidang grosir yakni penjualan barang-barang grosir. Sulistiyo menjelaskan, NU Mart merupakan usaha bidang ritel yang dikelola oleh warga NU dengan asistensi dari PCNU Magelang. Saat ini sudah ada 3 tempat yang sudah berjalan. Sedangkan Bank Nahdlatul Ulama, merupakan unit usaha bidang perbankan yang dikelola PCNU Magelang. Pengelolaan Bank NU dilakukan secara profesional dan menjadi satu-satunya bank milik NU di Indonesia. "Karena capaian ini, PCNU-PCNU seluruh Indonesia melakukan studi banding ke PCNU Magelang,â katanya. Selanjutnya, NU Klinik, yaitu usaha di bidang kesehatan yang menjadi unit bisnis warga NU. Saat ini sudah berdiri 3 klinik yang membantu dan memberikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di Kabupaten Magelang. Kemudian, Bus NUGo yaitu unit usaha di bidang angkutan umum yang melayani perjalanan pariwisata. Bus ini dikelola oleh PCNU Magelang dengan sistem sewa kepada para pengguna. "Saat ini kami punya 4 unit bus yang dikelola manajemen PCNU," tutur Sulistiyo. Keempat, NU Grosir, yaitu usaha grosir yang melayani penjualan barang-barang grosir. Subhan menyebut, dalam sistem perdagangan, agar suatu produk dapat sampai di tangan konsumen, harus ada campur tangan dari kegiatan grosir, sebab tidak mungkin, produsen secara langsung menuju ke konsumen. Sekretaris PCNU Kabupaten Magelang, Najib Chaqoqo, mengatakan meskipun capaian yang diraih oleh PCNU Magelang cukup terlihat, namun, pihaknya masih terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan, terutama mengenai manajemen dan sistem penataan BUMNU. Dia berharap, siapapun pengurus PCNU Magelang, BUMNU harus berjalan serta memberikan kontribusi untuk PCNU dan jamaah. "Jadi bukan karena figur periodisasi kepengurusan kami, tapi bisa dilanjutkan kepengurusan periode selanjutnya,â ujarnya. Perkembangan BUMNU, lanjut Chaqoqo, tidak terlepas dari para pengurus PCNU yang selalu mengedepankan profesionalitas dalam hal pengelolaan unit usaha, serta mengontrol seluruh keuntungan yang didapatkan dari usaha-usaha tersebut. Selain itu, kekompakan juga menjadi kunci keberhasilan PCNU Magelang dalam mengembangkan usaha organisasi. Kontributor Abdul Rahman Ahdori Editor Kendi Setiawan
Home Jawa Tengah & DIY Kamis, 11 Agustus 2022 - 1048 WIBloading... Pengasuh Ponpes Roudlotuttulab Tempuran Magelang KH Said Asrori. Foto/IST A A A MAGELANG - Pengasuh Ponpes Roudlotuttulab Tempuran Magelang KH Said Asrori mengapresiasi langkah tegas jajaran Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menetapkan Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka dalam kasus meninggalnya Brigadir J . Ini merupakan langkah besar Polri dalam penegakkan hukum."Kami mengapresiasi langkah tegas dari Kapolri dan jajaran dalam menangani kasus yang melibatkan perwira Polri ini. Kapolri dan jajarannya telah menjawab pertanyaan masyarakat sehingga bisa teridentifikasi siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut," kata KH Said Asrori yang juga sebagai Katib Aam Pengurus Besar Nahdatul Ulama NU, Kamis 11/8/2022. Baca Juga Said Asrori berharap, Kapolri beserta jajarannya bisa menuntaskan kasus ini sehingga masyarakat bisa mendapat jawaban yang pasti atas penanganan kasus ini. "Semoga Kapolri beserta jajarannya senantiasa diberi kekuatan lahir dan batin, sehingga bisa menuntaskan kasus ini. Sehingga masyarakat bisa diberikan jawaban yang pasti dan tuntas," ujarnya. Baca Juga Dirinya berharap bahwa kasus ini bisa segera selesai sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak. "Kita harap segera tuntas. Semuanya kembali normal dan Polri kembali konsentrasi dalam melayani masyarakat. Semoga kasus internal ini bisa segera selesai," tuturnya. don kapolri listyo sigit prabowo ferdy sambo brigadir j Baca Berita Terkait Lainnya Berita Terkini More 22 menit yang lalu 23 menit yang lalu 26 menit yang lalu 27 menit yang lalu 42 menit yang lalu 50 menit yang lalu
Magelang, NU Online Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PCNU Magelang KH Said Asrori meminta Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Timur melaporkan H Mahrus Ali, penulis buku âMantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirikâ, ke pihak kepolisian. Pasalnya, buku yang ditulisnya dengan judul bombastis itu mengandung unsur kebohongan publik. Selain itu, buku tersebut dinilai melecehkan amal ibadah yang selama ini dijalani warga NU. Apalagi saat ini sudah terbit buku kedua berjudul âMantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, Istighosah dan Ziarah Waliâ yang lebih tebal dan lebih luks. Dikatakan Kiai Said Asrori, berdasarkan pengakuan pengurus Ranting NU Sidomukti, Kebomas, Gresik yang menjadi tempat kelahiran penulisnya, H Mahrus bukanlah orang NU. Pengakuan serupa diberikan oleh pengurus MWC NU Waru, Sidoarjo, tempat H Mahrus saat ini tinggal. Keduanya memberikan kesaksian lengkap dengan kop dan stempel jamâiyah. âBukan orang NU mengaku sebagai mantan kiai NU, itu kan jelas-jelas kebohongan publik,â kata Kiai Said di Magelang, Ahad 24/2. Putra KH Asrori Ahmad itu mengaku sudah menyampaikan keluhannya itu pada Ketua PWNU Jawa Timur Dr H Ali Maschan Moesa, MSi secara khusus. Namun sayang, ia belum mendapatkan jawaban yang menggembirakan. Tampaknya Pak Ali belum melihat hal itu sebagai persoalan yang serius dan perlu ditangani dengan segera. Munculnya ide untuk membawa persoalan itu ke meja hijau, menurut pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thullab Wonosari, Tempuran, Magelang itu karena semata-mata demi kebaikan bersama dan pesoalannya tidak semakin membesar. âDaripada warga NU yang marah mengamuk sendiri-sendiri,â tuturnya memberikan alasan. Di sisi lain, untuk memberikan pelajaran kepada penulis lain agar tidak melakukan hal yang sama di masa mendatang. âKalau yang seperti itu dibiarkan, bukan tidak mungkin akan muncul buku yang lebih parah di waktu mendatang,â keluh alumnus Pondok Pesantren Lirboyo Kediri itu. Ia mengaku bersyukur dengan munculnya buku bantahan yang disusun oleh LBM PCNU Jember. Buku yang diberi judul "Membongkar Kebohongan Buku Mantan Kiai NU Menggugat Shalawat dan Dzikir Syirik" itu sangat membantu dirinya untuk menenangkan warga NU di daerahnya. Dengan adanya buku itu, ia tidak perlu susah-susah lagi menjelaskan satu persatu persoalan yang sedang dihadapi. Namun, dikatakannya, kebohongan publik dan pelecehan tidak cukup hanya diselesaikan dengan menerbitkan buku bantahan sebagai penyeimbang. âSebaiknya persoalan itu dibawa ke polisi, agar menjadi pelajaran bagi semuanya. Melecehkan orang itu ada risikonya,â tegas sepupu Gus Mus itu. sbh
kh ahmad said asrori magelang